Selasa, 03 Nov 2026 AgamaNasionalPolitikDaerahEkonomi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

rabowo Minta Penghematan Besar-besaran, Anggaran Negara Diprioritaskan untuk Rakyat

✍️ Sri Wahyuni 🕒 26 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Sekretariat Presiden

Nusantrika.id - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan perlunya penghematan anggaran secara besar-besaran untuk menghadapi tantangan domestik dan ketidakpastian geopolitik global. Pemerintah ingin memastikan belanja negara digunakan secara efisien dan diprioritaskan untuk kebutuhan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia meminta jajarannya untuk memperkuat penghematan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

"Saudara-saudara sekalian kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti," tegas Prabowo.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa arahan tersebut bertujuan memastikan anggaran negara dapat membiayai pengeluaran yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Efisiensi belanja, menurutnya, menjadi bagian dari upaya mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar lebih tepat guna.

"Supaya kita bisa membiayai items-items pengeluaran negara yang memang diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat. Maksudnya begitu," ujar Suahasil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, penghematan anggaran perlu diarahkan pada penggunaan dana negara yang mendukung kebutuhan prioritas. Dengan demikian, efisiensi tidak sekadar menekan belanja, tetapi juga memastikan alokasi anggaran sesuai dengan tujuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Selain membahas pengelolaan keuangan negara, Prabowo menyinggung berbagai tantangan yang menurutnya tengah dihadapi Indonesia, termasuk persoalan yang berkaitan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun.

"Rakyat kita berharap lebih banyak, kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak, ya kan. Kita terus dihadang. Ada apa itu, macam-macam lah, MSCI, macam-macam, ya kan. Dia mau, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!" tegas Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menyatakan Indonesia memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghadapi berbagai hambatan. Ia juga menekankan pentingnya semangat pantang menyerah dalam menghadapi perubahan situasi internasional.

"Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah," tegasnya.

Prabowo menggambarkan kondisi saat ini sebagai situasi survival, yakni keadaan ketika negara perlu mempertahankan kemampuan bertahan di tengah tekanan. Ia menekankan bahwa kekayaan nasional, terutama sumber daya alam, harus dijaga agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Indonesia.

"Kita sekarang berada dalam kondisi harus survival. Kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kekayaan kita, sumber alam kita," ucap Prabowo.

Ia mengibaratkan kekayaan nasional sebagai darah bagi Indonesia. Menurutnya, kebocoran kekayaan yang berlangsung terus-menerus dapat mengancam daya tahan negara. Prabowo juga menilai perubahan geopolitik telah membuat kekuatan menjadi faktor penting dalam hubungan antarnegara.

"Sekarang adalah politik berdasarkan kekuatan. Siapa yang kuat dia akan survive, yang tidak kuat kita lihat apa yang terjadi di Timur Tengah, di mana-mana, yang tidak kuat akan punah," ujar Prabowo.

Dalam situasi tersebut, Prabowo menekankan bahwa kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat harus tetap menjadi prioritas. Ia mengingatkan bahwa Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi tekanan dan ketidakpastian global.

"Banyak negara di dunia sekarang mengalami seperti kita. Dalam keadaan survival, yang utama adalah kepentingan nasional dan kepentingan rakyat," tegasnya.

Di bidang diplomasi, Prabowo menyatakan Indonesia akan terus menjaga hubungan baik dengan berbagai negara, termasuk negara-negara berkekuatan besar. Ia menekankan pendekatan bertetangga baik atau the good neighbor policy sebagai bagian dari prinsip hubungan luar negeri Indonesia.

Presiden juga mengemukakan prinsip bahwa memiliki banyak kawan tetap lebih baik daripada menambah musuh. Menurutnya, hubungan baik dengan negara lain perlu terus dibangun demi menjaga kepentingan nasional.

"Saya ingin menjadi the good neighbor, yang saya ingin jalankan adalah the good neighbor policy. Dari sejak awal, bahkan sebelum saya resmi dilantik sebagai Presiden, saya masih jadi Menteri Pertahanan dalam kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo, saya mengikuti juga garis politik Pak Joko Widodo pada saat itu, kita ingin punya hubungan baik dengan semua tetangga kita," ucapnya.

Sementara itu, terkait persoalan pasar modal Indonesia yang menjadi sorotan MSCI, Suahasil menjelaskan bahwa pengawasan pasar modal merupakan kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kementerian Keuangan, kata dia, mendukung upaya pengawasan untuk menjaga kualitas perdagangan dan integritas pasar.

"Kalau kami di Kementerian Keuangan, kita mendukung pengawasan yang dilakukan oleh OJK, melakukan pengawasan atas perdagangan dan juga integritas dari pasar modal, itu yang jadi sangat penting. Kita dukung itu," imbuh Suahasil.

Pernyataan pemerintah tersebut menempatkan efisiensi APBN, perlindungan kekayaan nasional, dan penguatan kepentingan rakyat sebagai bagian dari respons terhadap tantangan yang dihadapi Indonesia. Di saat yang sama, pemerintah menyatakan dukungan terhadap pengawasan pasar modal dan tetap mengedepankan hubungan baik dengan negara-negara lain.

SW
Sri WahyuniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update