Malam Kemilau Madura Meriahkan Hari Jadi Pamekasan ke-496, Ini Makna Temanya
Nusantrika.id - Pemerintah Kabupaten Pamekasan menggelar Malam Kemilau Madura sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pamekasan ke-496 tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Senin (2/11/2026), tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan sekaligus mengapresiasi kekayaan seni dan budaya Madura.
Pagelaran ini diselenggarakan melalui kolaborasi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan. Tahun ini, acara mengusung tema "Pamekasan Bangkit".
Tema tersebut menggambarkan semangat pemerintah daerah bersama masyarakat untuk mendorong pembangunan, memperluas kesejahteraan, dan mengembangkan potensi lokal melalui kerja sama berbagai pihak.
Malam Kemilau Madura juga menjadi salah satu upaya menjaga keberadaan budaya lokal. Kesenian tradisional, musik daerah, tarian, busana khas, serta berbagai warisan budaya Madura ditampilkan sebagai bagian dari identitas masyarakat yang perlu terus dirawat.
Selain menjadi hiburan, kegiatan ini diharapkan memberi ruang bagi seniman, budayawan, komunitas seni, dan generasi muda untuk menampilkan karya sekaligus meneruskan tradisi daerah.
Hari Jadi Pamekasan jadi momentum mempererat masyarakat Madura
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengatakan, peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga kesempatan memperkuat kebersamaan masyarakat di Pulau Madura.
Ia menyebut empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, memiliki hubungan kebudayaan yang perlu terus dijaga.
“Momentum Hari Jadi Pamekasan ke-496 ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dari empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep,” kata Kholilurrahman.
Menurutnya, kegiatan kebudayaan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekhasan tradisi masing-masing daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Langkah tersebut sekaligus memperkuat identitas Madura sebagai kawasan yang memiliki beragam warisan seni dan budaya.
Pemkab siapkan sekitar 40 agenda peringatan
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Pamekasan ke-496, pemerintah kabupaten telah menyiapkan sekitar 40 kegiatan. Rangkaian agenda itu mencakup berbagai bidang, mulai dari seni dan budaya, olahraga, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Selama ini kami Pemkab Pamekasan sudah menyiapkan sekitar 40 rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-496. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi bidang seni, budaya, olahraga, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Kholilurrahman menegaskan, peringatan hari jadi juga menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan sejarah Pamekasan sekaligus memperkuat komitmen pembangunan daerah.
“Dengan semangat Pamekasan Bangkit, pelestarian budaya diharapkan berjalan beriringan dengan kemajuan ekonomi, pengembangan pariwisata, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sambung bupati yang akrab disapa Kiai Kholil tersebut.
Melalui Malam Kemilau Madura, Pemkab Pamekasan ingin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan kemajuan ekonomi. Pelestarian tradisi, penguatan identitas budaya, serta pengembangan potensi seni juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan daya saing daerah.
