Selasa, 03 Nov 2026 AgamaNasionalPolitikDaerahEkonomi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Pramono Ajak East Ventures Berkolaborasi

✍️ Sri Wahyuni 🕒 03 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
POLUSI JAKARTA HARI INI. Suasana Monumen Nasional (Monas) dan gedung bertingkat dengan diselimuti polusi udara di Jakarta, Minggu (27/8/2023).
POLUSI JAKARTA HARI INI. Suasana Monumen Nasional (Monas) dan gedung bertingkat dengan diselimuti polusi udara di Jakarta, Minggu (27/8/2023). Foto: JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Nusantrika.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta untuk memperluas investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Ibu Kota. Hingga Januari–September 2026, realisasi investasi Jakarta mencapai Rp249,3 triliun atau sekitar 16,2% dari total investasi nasional.

Peluang kolaborasi tersebut disampaikan Pramono dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).

Pramono menyebut kegiatan itu sebagai sarana mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perusahaan rintisan (startup) untuk memperluas jejaring serta membuka peluang investasi baru.

Ia menilai East Ventures dapat berkontribusi melalui akses permodalan, teknologi, dan jaringan bisnis global. Dukungan tersebut diharapkan menjangkau perusahaan rintisan, talenta digital, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta.

"Termasuk talenta-talenta yang ada, termasuk kemudian pengembangan UMKM. Dan Jakarta sebagai kota yang sangat terbuka untuk investasi di bidang tersebut, tentunya kami dengan senang hati membuka diri untuk bisa bekerja sama dengan East Ventures," tuturnya.

Menurut Pramono, keterlibatan sektor swasta menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi Jakarta. Upaya tersebut juga berkaitan dengan target pemerintah daerah untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu dari 20 kota global teratas pada 2045.

Kegiatan internasional dinilai dorong ekonomi Jakarta

Selain sektor teknologi dan startup, Pramono menyoroti peluang ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan berskala internasional. Konser musik, festival, dan kompetisi olahraga dinilai dapat menggerakkan sejumlah sektor usaha di Jakarta.

Dampaknya dapat menjangkau pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM yang terlibat dalam rantai kegiatan tersebut.

"Jakarta sebagai episentrum dari berbagai konser atau venue di Indonesia, kami di bukan hanya Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara, kami sangat berharap bahwa mudah-mudahan kerja sama dengan East Ventures ini bisa dilakukan dengan baik-baik," ucapnya.

Sementara itu, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Wilson Cuaca mengatakan acara tahunan tersebut menjadi kesempatan bagi investor untuk berkunjung dan mengenal sejarah serta perkembangan Jakarta.

Ia menyebut Jakarta memiliki posisi penting dalam perekonomian Indonesia, antara lain sebagai pusat perdagangan, kebudayaan, dan salah satu kawasan metropolitan terbesar di Tanah Air.

"Jadi sebenarnya bagaimana juga Indonesia khususnya Jakarta itu kan benar-benar pusat dari kebudayaan, perdagangan, dan salah satu metropolitan yang paling besar," tuturnya.

Wilson menambahkan, penyelenggaraan kegiatan yang dapat menggerakkan aktivitas ekonomi membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi antara pelaku usaha dan Pemprov DKI Jakarta diperlukan agar lebih banyak kegiatan ekonomi dapat berlangsung di Ibu Kota.

Ia menilai kegiatan tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan penerimaan devisa.

"Maka itu akan memberikan banyak lapangan kerja, membuka banyak lapangan kerja, memberikan lebih banyak devisa, hal-hal ini tidak bisa terjadi kalau tidak ada bantuan dari Pemprov sebenarnya. Jadi harus kerja sama yang baik dengan government lokal," jelasnya.

SW
Sri WahyuniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update