Prabowo Terima 7 Rekomendasi DEN, dari Digitalisasi Perlinsos hingga Reformasi Pasar Modal
Nusantrika.id - Presiden Prabowo Subianto menerima tujuh rekomendasi dan kajian strategis dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam rapat bersama sejumlah menteri bidang ekonomi dan Gubernur Bank Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Rekomendasi itu meliputi digitalisasi perlindungan sosial, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), antisipasi El Nino dan La Nina, hilirisasi industri, ketahanan energi, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta reformasi pasar modal.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, salah satu agenda yang dilaporkan adalah peluncuran portal terpadu digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) pada 10 November 2026. Sistem ini bertujuan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial.
“Tadi ada kita laporkan melalui Perlinsos yang akan di roll out atau di-launching oleh Presiden pada tanggal 10 November. Karena perlinsos ini memberikan keadilan kepada rakyat,” katanya, dikutip Rabu (21/10/2026).
Luhut menyampaikan hal itu usai rapat terbatas bersama Prabowo. Hadir pula Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu serta anggota DEN Arief Anshory, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Mochamad Firman Hidayat, dan Septian Hario Seto.
Perlinsos Sudah Diuji Coba di 514 Kabupaten/Kota
Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat menjelaskan, sistem digital Perlinsos telah diuji coba di seluruh 514 kabupaten/kota. Sampai saat ini, 11,5 juta kepala keluarga (KK) tercatat di dalamnya, dibantu 775.000 agen Perlinsos yang membantu warga mendaftar ke basis data digital. Lewat sistem terpadu ini, pemerintah berharap akurasi data penerima dan transparansi penyaluran bantuan makin baik.
Kajian MBG: Siswa Penerima Lebih Jarang Absen
DEN turut memaparkan hasil kajian program MBG, mencakup dampaknya terhadap kehadiran siswa, semangat belajar, kualitas menu, dan pemerataan penerima manfaat. Menurut Firman, siswa penerima MBG cenderung lebih jarang bolos dibanding siswa nonpenerima, dengan selisih yang cukup besar di kelompok paling miskin atau desil 1.
“Bahkan sebenarnya gap-nya cukup besar terutama di desil 1 yang paling miskin gitu ya. Jadi ketika nonpenerima MBG, dia akan sering absen, sementara kalau penerima MBG dia akan relatif tidak absen ke sekolah,” kata Firman.
Penerima MBG juga cenderung lebih bersemangat belajar. Firman menyebut 95 persen siswa penerima mengaku makin semangat ketika menu yang diterima berkualitas baik.
Namun, DEN mencatat distribusi manfaat hingga September masih lebih terpusat di perkotaan dibanding pedesaan, dan penerima dari kelompok siswa mampu masih lebih banyak daripada siswa dari keluarga miskin.
“Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin gitu kan, karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absen siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar di sekolah,” tuturnya.
DEN menilai pemerataan perlu diperkuat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kawasan pedesaan, serta kelompok berpenghasilan rendah.
Antisipasi El Nino dan La Nina
Rekomendasi berikutnya menyangkut dampak El Nino dan La Nina terhadap produksi dan ketersediaan pangan. DEN menyoroti perubahan suhu permukaan laut yang memengaruhi pola hujan dan berpotensi memicu kekeringan maupun banjir.
“Ketersediaan pangan maupun tadi kemungkinan banjir, sehingga dengan demikian ada kontijensi untuk menghadapi hal-hal yang memang di luar kemampuan kita karena itu masalah alam. Tapi bisa diprediksi bakal terjadi,” kata Luhut.
Luhut merekomendasikan penyiapan stok pangan dan penghitungan jadwal tanam padi. DEN juga memetakan titik rawan kekeringan sebagai dasar menyiapkan pompa air dan menyesuaikan waktu tanam.
Hilirisasi, Energi, dan Karhutla
Di sektor industri, DEN merekomendasikan penguatan hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai litium untuk menambah nilai tambah produk dalam negeri dan memperkuat ekspor.
Pada isu ketahanan energi, pembahasan mencakup upaya menjaga harga BBM bersubsidi, memperkuat ekosistem pengadaan bahan bakar, dan meningkatkan ketepatan sasaran subsidi energi. Adapun penanganan karhutla meliputi pengelolaan pengairan lahan gambut dan penguatan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Reformasi Pasar Modal
Rekomendasi terakhir adalah reformasi pasar modal sebagai respons atas gejolak pasar. Pemerintah menyoroti perlunya penegakan aturan dan tata kelola yang lebih kuat.
Sekretariat Kabinet, lewat akun Instagram resminya pada Rabu (21/10/2026), menyampaikan bahwa Prabowo memperhatikan kajian dan data dari DEN sebagai bahan pertimbangan kebijakan.
“Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap berbagai kajian dan data yang disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. DEN juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan berbasis studi untuk mendukung kebijakan yang tepat serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia,” dikutip dari laman Instagram Sekretariat Kabinet pada Rabu (21/10/2026).
Ketujuh rekomendasi ini menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan lintas sektor, dari perlindungan sosial dan pendidikan hingga pangan, industri, energi, lingkungan, dan pasar modal.
