Peringati Hari Santri 2026, Kebumen Bantu UMKM, Guru Ngaji, dan Pesantren
Nusantrika.id - Sebanyak 130 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kebumen menerima bantuan modal usaha masing-masing Rp2,5 juta. Pada saat yang sama, 26 rumah guru ngaji mendapat bantuan rehabilitasi dengan alokasi maksimal Rp15 juta per rumah dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2026.
Penyaluran bantuan berlangsung di halaman Pendopo Kabumian, Kamis (22/10/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran zakat produktif senilai Rp957,5 juta, di luar total Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Kebumen.
Selain bantuan modal dan rehabilitasi rumah, pemberdayaan ekonomi pesantren juga dilakukan melalui pelatihan usaha laundry yang diikuti lima pondok pesantren pada 15–17 Oktober 2026. Setiap pesantren mengirimkan dua santri untuk mempelajari keterampilan laundry sekaligus pengelolaan usaha.
Masing-masing pesantren juga memperoleh dukungan berupa mesin cuci dan perlengkapan usaha agar dapat merintis layanan laundry secara mandiri.
Rangkaian kegiatan Hari Santri tersebut turut diisi upacara yang dipimpin Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Dalam kesempatan itu, Lilis membacakan amanat Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang menekankan pentingnya peran santri dalam pembangunan bangsa.
“Santri tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Hari ini, santri harus menguatkan negeri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia,” demikian petikan amanat Menteri Agama.
Dalam kegiatan yang sama, Kementerian Agama Kabupaten Kebumen menyerahkan izin operasional baru dan perpanjangan bagi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ).
Apresiasi juga diberikan kepada dua santri Kebumen yang meraih prestasi dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII tingkat Jawa Tengah. Rasyid Akbar Diandra Putra meraih juara pertama pidato Bahasa Arab putra, sedangkan Fahri Ardiansyah meraih juara pertama kategori Murottal wal-Imla.
Penyaluran bantuan ekonomi, dukungan usaha pesantren, serta apresiasi terhadap prestasi santri menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat dan peran santri dalam kehidupan sosial.
