Selasa, 03 Nov 2026 AgamaNasionalPolitikDaerahEkonomi
Breaking
Beranda › Agama
Agama

OJK Luncurkan PELITA Syariah, Ajak Dai Edukasi Masyarakat soal Keuangan

✍️ Sri Wahyuni 🕒 02 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
OJK meluncurkan buku PELITA Syariah di Makassar guna memperluas literasi keuangan syariah lewat jaringan dakwah, didukung Menag dan DMI.
OJK meluncurkan buku PELITA Syariah di Makassar guna memperluas literasi keuangan syariah lewat jaringan dakwah, didukung Menag dan DMI. Foto: Istimewa

Nusantrika.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah) dalam puncak acara Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar 2026 di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (1/11/2026).

Buku ini disiapkan sebagai panduan bagi pendakwah, penyuluh agama, dan pengurus masjid untuk menyampaikan edukasi mengenai tata kelola keuangan syariah melalui ceramah maupun khotbah. Kehadirannya juga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai kejahatan finansial digital, termasuk penipuan transaksi atau scam serta pinjaman online (pinjol) ilegal.

Peluncuran tersebut dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Andi Winarno Ekaputra, dan Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rahmat Hidayat. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar turut hadir secara virtual.

OJK Manfaatkan Pendekatan Keagamaan untuk Edukasi Keuangan

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, PELITA Syariah menjadi salah satu strategi untuk memperluas edukasi keuangan syariah melalui pendekatan kultural dan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pemahaman keuangan yang memadai diperlukan agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam berbagai praktik penipuan maupun penawaran produk keuangan ilegal.

“Pada intinya, ini untuk menjaga masyarakat kita dari ketidaktahuan yang kemudian dapat membahayakan masyarakat, seperti terkena berbagai macam scam, penipuan, maupun produk-produk ilegal seperti pinjol ilegal dan lain-lain,” kata Friderica.

Friderica juga menekankan pentingnya literasi sebelum masyarakat memutuskan menggunakan produk dan layanan keuangan.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,24 persen.

Perbedaan kedua angka tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus pemanfaatan layanan keuangan syariah formal di tengah masyarakat.

PELITA Syariah Diharapkan Perkuat Peran Dai

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut positif peluncuran buku tersebut. Ia menilai PELITA Syariah dapat menjadi sarana untuk memperkuat dakwah yang profesional dan aplikatif, khususnya dalam menyampaikan pemahaman ekonomi serta keuangan syariah.

“Buku PELITA Syariah hadir sebagai panduan yang sistematis dan aplikatif untuk membantu para penggerak dakwah menyapa masyarakat secara profesional dan berdampak. Semoga kehadiran buku ini membawa manfaat yang luas, memperkuat kualitas literasi ekonomi syariah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, dan berkah tentunya,” ujar Nasaruddin.

Penyusunan PELITA Syariah dilakukan OJK bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memastikan materi dalam buku selaras dengan prinsip-prinsip syariah.

Panduan ini berisi materi literasi keuangan serta naskah khotbah. Penyebarluasannya akan melibatkan sejumlah jaringan dan organisasi, antara lain DMI, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, KNEKS, IKADI, dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

SYAFIF Makassar Catat Transaksi Rp230,94 Miliar

SYAFIF Goes to Makassar 2026 menjadi seri penutup rangkaian festival keuangan syariah sepanjang tahun ini. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Banjarmasin dan Aceh.

Selama pelaksanaan festival di Makassar, tercatat pembukaan 10.598 rekening baru dengan total volume transaksi mencapai Rp230,94 miliar.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menambahkan, edukasi yang dilakukan secara konsisten merupakan salah satu fondasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan syariah nasional.

Melalui peluncuran PELITA Syariah dan rangkaian kegiatan SYAFIF, penguatan literasi diharapkan tidak hanya berlangsung melalui lembaga keuangan, tetapi juga menjangkau masyarakat lewat tokoh agama dan jaringan dakwah.

SW
Sri WahyuniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update