Ni Nengah Widiasih Bidik Paralimpiade Los Angeles 2028 Usai Raih Perunggu Asian Para Games
Nusantrika.id - Atlet para angkat berat Indonesia, Ni Nengah Widiasih, mulai mengarahkan fokusnya ke Paralimpiade Los Angeles 2028 setelah meraih medali perunggu pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Ia ingin memaksimalkan persiapan sekaligus memulihkan cedera bahu agar dapat bersaing di ajang olahraga disabilitas terbesar dunia tersebut.
"Saya berharap setelah (Asian Para Gamesi) ini, saya bisa lebih fokus untuk mempersiapkan diri (menuju Paralimpiade 2028), serta memulihkan cedera bahu saya sepenuhnya," kata Ni Nengah Widiasih seusai pertandingan di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Jepang, Senin.
Dalam pertandingan kelas 41 kilogram putri, Widiasih mencatat angkatan terbaik sebesar 97 kilogram pada percobaan pertama. Ia menyelesaikan tiga percobaan dan mengakhiri kompetisi di posisi ketiga untuk membawa pulang medali perunggu.
Posisi pertama diraih atlet China, Zhe Cui, sedangkan wakil Kazakhstan, Tursynay Kabyl, menempati peringkat kedua.
Widiasih mengungkapkan bahwa persaingan di kelasnya semakin kompetitif seiring munculnya atlet-atlet muda. Pada persaingan angkat berat putri tingkat Asia, ia menyebut dirinya dan Cui Zhe termasuk atlet yang lebih senior dibandingkan peserta lainnya.
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, atlet berusia 33 tahun itu bersyukur masih mampu mempertahankan performa dan meraih medali pada Asian Para Games 2026.
Widiasih, yang sebelumnya meraih medali perunggu pada Paralimpiade Rio 2016 dan medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020, memperkirakan persaingan menuju Paralimpiade 2028 akan semakin berat. Karena itu, ia berupaya meningkatkan peringkat dunia agar dapat menjaga peluang tampil di Los Angeles.
"Paralimpiade masih dua tahun lagi, jadi sekarang ini saya masih mencoba untuk mengejar ranking dunia saya agar bisa bertahan, untuk bisa masuk ke Paralimpiade," katanya.
Atlet asal Bali tersebut juga menyebut Paralimpiade Los Angeles 2028 kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya di ajang multi cabang olahraga disabilitas terbesar di dunia. Ia ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali mempersembahkan prestasi bagi Indonesia.
Widiasih menargetkan medali ketiga bagi Indonesia di Paralimpiade sekaligus ingin menutup perjalanan kariernya sebagai atlet para angkat berat dengan pencapaian yang membanggakan.
