Selasa, 03 Nov 2026 AgamaNasionalPolitikDaerahEkonomi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,2% pada 2026, Ini Prediksi Bank Dunia dan IMF

✍️ Sri Wahyuni 🕒 19 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Foto kolase Wolrd Bank dan international monetary fund.
Foto kolase Wolrd Bank dan international monetary fund. Foto: AP/Andrew Harnik dan AFP/OLIVIER DOULIERY

Nusantrika.id - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia atau World Bank menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Dalam proyeksi terbarunya, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1%, sedangkan Bank Dunia mematok angka yang lebih tinggi, yakni 5,2%.

IMF menyampaikan proyeksi tersebut melalui laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2026. Angka pertumbuhan sebesar 5,1% itu meningkat dibandingkan perkiraan dalam laporan edisi April 2026 yang berada di level 5%.

Meski menaikkan proyeksi untuk 2026, IMF mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 sebesar 5,1%. Dengan demikian, lembaga tersebut memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi nasional relatif tidak berubah dalam dua tahun tersebut.

Dari sisi harga, IMF memperkirakan inflasi Indonesia mencapai 3,3% pada 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan yang diterbitkan pada April 2026. Namun, tekanan inflasi diproyeksikan mereda menjadi 2,8% pada 2027.

Sementara itu, Bank Dunia menunjukkan perkiraan pertumbuhan yang lebih tinggi. Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026, lembaga tersebut memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% pada tahun ini.

Proyeksi terbaru Bank Dunia meningkat 0,5 poin persentase dibandingkan laporan April 2026, yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7%.

Pertumbuhan Indonesia juga diperkirakan melampaui rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik atau East Asia and Pacific (EAP). Bank Dunia memperkirakan kawasan tersebut tumbuh 4,5% pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,2% dalam laporan April 2026.

Dalam laporan Bank Dunia, kawasan EAP mencakup Kamboja, China, Indonesia, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, Vietnam, serta negara-negara kepulauan di Pasifik.

SW
Sri WahyuniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update