Aksi Mahasiswa Kritik Pemerintah, Opini Ini Bahas Peran Agama dalam Perubahan Sosial
Nusantrika.id - Aksi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada 28 Oktober 2026 menjadi sorotan karena tidak hanya menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, tetapi juga menghadirkan simbol keagamaan berupa tiang salib berwarna merah di tengah kerumunan demonstran.
Dalam aksi tersebut, sejumlah spanduk memuat kritik dan tuntutan terhadap pemerintah. Di antaranya bertuliskan "Prabowo Gibran Gagal Total, Kami Muak, 2 Tahun Cukup, 5 Tahun Mematikan". Kehadiran simbol salib kemudian menjadi perhatian penulis karena dinilai dapat dimaknai sebagai pengingat nilai penderitaan dan perjuangan melawan ketidakadilan.
Penulis berpandangan, simbol tersebut tidak perlu ditafsirkan secara berlebihan. Kehadirannya dapat dilihat sebagai gambaran bahwa nilai-nilai keagamaan mulai mendapat tempat dalam gerakan sosial yang menyuarakan kejujuran dan keadilan. Aksi itu juga diikuti mahasiswa dari berbagai latar belakang agama, termasuk Kristen dan Islam.
Agama sebagai sumber moralitas dan perubahan sosial
Dalam pandangan penulis, agama memiliki peran penting sebagai sumber nilai moral, etika, dan hukum. Ajaran berbagai agama pada dasarnya menyerukan kebaikan sekaligus mencegah keburukan dan tindakan yang merugikan sesama.
Nilai spiritualitas juga dinilai tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pribadi, tetapi dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang lebih baik.
Penulis menempatkan agama sebagai kekuatan moral untuk menentang kebohongan, pengkhianatan, kesewenang-wenangan, serta penindasan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan dari kondisi yang dianggap tidak adil menuju kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.
Islam dan ajaran amar ma'ruf nahi munkar
Penulis secara khusus menyoroti ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Konsep amar ma'ruf nahi munkar dan jihad fie sabilillah disebut sebagai bagian dari nilai perjuangan dalam Islam.
Menurut pandangan tersebut, dakwah dan perjuangan merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam kehidupan seorang Muslim. Pelaksanaannya dapat diwujudkan melalui doa, penyampaian pendapat, kerja nyata, hingga bentuk perjuangan lainnya sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah.
Penulis menilai nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat dan memperjuangkan kemaslahatan bersama.
Penulis soroti persoalan bangsa dan peran umat Islam
Dalam bagian berikutnya, penulis menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih membayangi kehidupan bangsa. Isu yang disoroti meliputi korupsi, kolusi, politik dinasti, pengelolaan aset negara, kesenjangan ekonomi, pengangguran, hingga persoalan kebebasan beragama.
Penulis juga menyampaikan penilaian kritis terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan bagi kelompok masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, untuk meningkatkan perhatian terhadap persoalan publik.
Ia berpandangan bahwa umat Islam perlu mengambil peran dalam mengawal nilai moral dan etika kehidupan berbangsa. Kyai, ulama, santri, dai, habaib, serta kader organisasi Islam disebut memiliki posisi penting dalam menyampaikan aspirasi dan mendorong perbaikan sosial.
Seruan tersebut diarahkan pada peningkatan kepedulian dan keterlibatan dalam ruang publik, bukan sekadar menunggu perkembangan keadaan.
Rekonstruksi dan reformasi sebagai gagasan perbaikan
Penulis mengemukakan rekonstruksi, reformasi, maupun revolusi sebagai istilah yang menggambarkan pilihan perubahan untuk memperbaiki kondisi bangsa. Ia menilai pengelola negara perlu lebih terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat, termasuk masukan yang bersumber dari nilai-nilai keagamaan.
Pada akhirnya, tulisan tersebut menekankan pentingnya peran kelompok agama dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Agama dipandang bukan hanya sebagai pedoman ibadah, tetapi juga sebagai sumber nilai yang dapat mendorong kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
