Jumat, 06 Nov 2026 AgamaNasionalPolitikDaerahEkonomi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Pemkab Garut Luncurkan PESONA Perikanan untuk Perkuat Usaha Lokal

✍️ Sri Wahyuni 🕒 05 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Pemkab Garut Luncurkan PESONA Perikanan, Dorong Usaha Perikanan dan Konsumsi Ikan
Pemkab Garut Luncurkan PESONA Perikanan, Dorong Usaha Perikanan dan Konsumsi Ikan Foto: Istimewa

Nusantrika.id - Pemerintah Kabupaten Garut meluncurkan program PESONA Perikanan untuk mengembangkan usaha perikanan lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah produk hasil laut dan budidaya. Program yang digagas Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut ini mengandalkan pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

Peluncuran program tersebut digelar bersamaan dengan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2026 di Aula Balai Benih Ikan (BBI) Bayongbong, Kabupaten Garut, Selasa (3/11/2026).

Melalui PESONA Perikanan, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan didorong menghasilkan produk yang berkualitas, aman dikonsumsi, inovatif, serta memiliki daya saing. Upaya peningkatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan pengolahan dan pengawetan ikan, penerapan teknologi pengalengan dan retort, serta penggunaan platform digital untuk memperluas pemasaran.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut berharap program ini dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan usaha perikanan. Peningkatan nilai tambah produk diharapkan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi nelayan, pembudidaya ikan, kelompok pengolah, hingga pelaku usaha lain dalam rantai bisnis perikanan.

Potensi pasar produk ikan segar maupun olahan dinilai masih terbuka. Karena itu, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, inovasi produk, penguatan organisasi usaha, dan perluasan jaringan pemasaran menjadi sejumlah aspek yang perlu dikembangkan agar produk lokal Garut dapat menjangkau konsumen lebih luas.

Konsumsi Ikan di Garut Masih di Bawah Angka Nasional

Selain pengembangan usaha, Pemkab Garut juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui kampanye Gemarikan 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Garut menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini untuk mendukung pertumbuhan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. Ikan mengandung protein berkualitas, omega-3, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh, termasuk untuk menunjang perkembangan otak anak.

Bupati mengungkapkan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Garut masih perlu ditingkatkan. Pada 2025, konsumsi ikan tercatat sebesar 14,95 kilogram per kapita per tahun.

Angka tersebut berada di bawah rata-rata Jawa Barat sebesar 20,1 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, konsumsi ikan nasional mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun.

Kesenjangan tersebut menjadi alasan perlunya edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan. Melalui kampanye Gemarikan, masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat ikan sebagai sumber pangan bergizi bagi seluruh anggota keluarga.

Kampanye Gemarikan Libatkan 150 Siswa

Kegiatan Gemarikan 2026 turut melibatkan 150 siswa Madrasah Ibtidaiyah Namiatusibyan. Para siswa mengikuti edukasi bertema "Ikan bagi Pertumbuhan dan Kecerdasan".

Materi yang diberikan mencakup kandungan nutrisi ikan, manfaatnya bagi kesehatan dan perkembangan anak, serta pentingnya membangun kebiasaan makan ikan sejak dini.

Untuk meningkatkan partisipasi peserta, penyelenggara juga mengadakan sejumlah kegiatan pendukung, seperti Senam Gemarikan, pembagian paket olahan ikan, dan kuis edukatif.

Pengenalan manfaat ikan sejak usia sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan konsumsi pangan bergizi yang berlanjut hingga lingkungan keluarga. Dengan begitu, edukasi tidak hanya diterima anak-anak, tetapi juga dapat mendorong perhatian orang tua terhadap pemenuhan gizi rumah tangga.

Konsumsi Ikan Dukung Pemenuhan Gizi Anak

Peningkatan konsumsi ikan juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Asupan protein dan zat gizi lain berperan dalam mendukung perkembangan fisik serta kemampuan kognitif. Pemenuhan nutrisi menjadi perhatian penting selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang anak.

Kecukupan gizi pada periode tersebut merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pencegahan masalah gizi, termasuk stunting.

Dengan demikian, kampanye Gemarikan tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah konsumsi ikan, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya makanan bergizi untuk mendukung kualitas generasi mendatang.

PESONA Perikanan dan Gemarikan Perlu Berjalan Beriringan

PESONA Perikanan dan Gemarikan menjadi dua inisiatif yang menghubungkan penguatan ekonomi perikanan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Garut.

Di satu sisi, pengembangan usaha diharapkan meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar hasil perikanan. Di sisi lain, masyarakat didorong memperoleh akses lebih luas terhadap produk ikan yang aman, sehat, bergizi, dan beragam.

Keberlanjutan program membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, nelayan, pembudidaya, kelompok pengolah dan pemasar, pelaku UMKM, lembaga pendidikan, hingga mitra usaha.

Sementara itu, gerakan Gemarikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kampanye, tetapi berkembang menjadi kebiasaan mengonsumsi ikan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat.

Melalui kedua program tersebut, sektor perikanan diharapkan semakin berperan dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mendukung pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Garut.

SW
Sri WahyuniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update