Jumat, 06 Nov 2026 AgamaNasionalPolitikDaerahEkonomi
Breaking
Beranda › Agama
Agama

Kemenag Siapkan Rp44,89 Miliar untuk Guru Pesantren dan Santri Korban Banjir Aceh

✍️ Sri Wahyuni 🕒 06 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Ilustrasi santri.
Ilustrasi santri. Foto: Pexels/Pok Rie

Nusantrika.id - Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan bantuan sekitar Rp44,89 miliar bagi 4.321 guru pesantren dan 17.738 santri di Aceh yang terdampak banjir pada akhir 2025. Dana tersebut direncanakan mulai disalurkan pada pekan ketiga November 2026.

Berdasarkan skema bantuan, setiap guru pesantren akan memperoleh Rp3 juta, sementara masing-masing santri menerima Rp1,8 juta.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh Azhari merinci, anggaran untuk guru pesantren mencapai sekitar Rp12,96 miliar. Adapun total bantuan bagi santri sebesar Rp31.928.400.000.

“Bantuan yang hampir Rp13 miliar ini disalurkan bagi 4.321 penerima, atau setara Rp3.000.000 per guru pesantren terdampak bencana banjir akhir tahun lalu,” kata Azhari dikutip dari laman Kemenag, Jumat (6/11/2026).

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i dalam kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Wilayah Kemenag Aceh.

Penyerahan diterima Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh Muntasyir, bersama Ketua Tim Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ) Bidang PD Pontren Muzakkir.

Muntasyir menyampaikan bahwa panitia tengah mempersiapkan rekening masing-masing penerima. Setelah seluruh persiapan rampung, dana akan dikirim langsung ke rekening penerima.

Kemenag lanjutkan pemulihan fasilitas pendidikan

Di luar bantuan tunai bagi guru dan santri, Kemenag juga menjalankan rehabilitasi serta rekonstruksi fasilitas pendidikan dan layanan keagamaan yang rusak akibat banjir.

Azhari menyebut perbaikan kantor Kemenag di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Kota Langsa masih berjalan. Sementara itu, rehabilitasi serta pengadaan peralatan Kantor Urusan Agama (KUA) telah mencapai progres fisik 85 persen.

Pembangunan ulang Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, yang hanyut diterjang banjir, tercatat mencapai 43,31 persen.

Proyek tersebut meliputi pembangunan ruang kelas, gedung kantor, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang usaha kesehatan sekolah (UKS), serta kantin.

Kemenag juga merencanakan pembangunan kembali KUA Putri Betung di Gayo Lues. Gedung KUA yang hilang akibat banjir itu akan didirikan di lokasi baru, dengan penyediaan lahan yang diupayakan melalui kemitraan kantor Kemenag setempat.

Adapun penanganan rumah ibadah dan pondok pesantren yang terdampak bencana dilakukan secara bertahap melalui penyaluran bantuan.

Meski demikian, pemulihan di sejumlah wilayah belum berjalan tanpa hambatan. Banjir yang kembali terjadi di beberapa daerah terdampak menjadi salah satu kendala pelaksanaan program.

Azhari meminta agar realisasi kegiatan dipercepat dan pengawasan diperkuat, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Percepatan realisasi perlu menjadi perhatian bersama, mengingat waktu efektif yang tersisa sekitar tiga bulan. Karena itu, diperlukan tim pengawasan di tingkat pusat, Kanwil, serta kabupaten/kota,” ujarnya.

Kemenag bentuk tim koordinasi penanganan bencana

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i mengungkapkan bahwa pembentukan Tim Koordinasi Penanganan Bencana Kemenag hampir rampung.

Tim tersebut dibentuk untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana secara berjenjang, mulai dari kantor pusat, kantor wilayah, kantor Kemenag kabupaten/kota, hingga KUA.

Syafi’i menjelaskan, selama ini personel Kemenag di daerah telah ikut membantu penanganan bencana bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Ke depan kita langsung menjadi tim tanggap bencana,” katanya.

Tim koordinasi itu akan dipimpin Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Faisal Ali Hasyim.

Dalam rapat koordinasi pematangan tim pada 2 November 2026, Faisal menerangkan bahwa tim tersebut akan bertugas mengoordinasikan bantuan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Selain itu, tim akan melakukan pendataan wilayah serta korban terdampak. Penghimpunan dan penyaluran dana juga menjadi bagian dari tugasnya, dengan mekanisme melalui rekening Kemenag Peduli yang dilaksanakan secara tertib dan akuntabel.

SW
Sri WahyuniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update