Ribuan Mahasiswa PMII Demo di DPR, Tuntut Evaluasi Kabinet Prabowo
PMII Gelar Aksi Serentak di 300 Titik Seluruh Indonesia
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi nasional serentak di sekitar 300 lokasi di berbagai daerah di Indonesia pada 22 hingga 24 Juni 2026. Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyulloh Cokro, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari peran mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah. BeritaSatu
Aksi bertajuk "Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran" ini melibatkan sekitar 5.000 kader dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan sekitarnya yang terpusat di Gedung DPR RI, Senayan. IDN Times
Pindah Lokasi Demi Kondusivitas
Awalnya massa PMII berencana menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Namun mereka memutuskan memindahkan lokasi demo ke depan Gedung DPR RI untuk menghindari gesekan dengan kelompok lain yang juga menggelar aksi di lokasi yang sama. Tempo
Massa PMII tiba di depan gerbang utama Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat pada sore hari setelah melakukan long march dari kawasan Gelora Bung Karno. Mereka mengenakan jas almamater PMII berwarna biru sambil mengibarkan bendera organisasi berwarna kuning. Kompas
Di antara massa tampak ada yang membawa replika keranda berwarna putih dengan nuansa kemerah-merahan, serta sejumlah spanduk bertuliskan "Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran" dan "Cabut UU Polri, TNI Back to Barak". TribunNews
Enam Tuntutan Utama PMII
PB PMII membawa enam tuntutan utama dalam aksi ini, yakni penegakan Pasal 33 UUD 1945 secara berdaulat dalam kebijakan ekonomi nasional, pemulihan kepercayaan publik terhadap pemerintah, reshuffle dan efisiensi struktur kabinet sesuai kompetensi, penguatan kemandirian ekonomi nasional, reset Badan Gizi Nasional (BGN), serta peningkatan kesejahteraan guru. Nu
Ribuan Personel Keamanan Disiagakan
Kepolisian telah menyiagakan 3.761 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran di sejumlah titik pengamanan. Rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan. Polisi mengimbau masyarakat menghindari kawasan sekitar lokasi aksi untuk mengantisipasi kemacetan. Kompas
