Pemkab Gresik Biayai Bimbel dan Pendampingan Mengaji Siswa Sekolah Rakyat
Nusantrika.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur, menanggung biaya bimbingan belajar (bimbel) dan pendampingan mengaji bagi siswa Sekolah Rakyat. Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan akademik sekaligus pendidikan keagamaan para siswa.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, menyampaikan bahwa bimbel lewat program Smart School bersama Ruangguru kini diikuti 75 siswa kelas XI. Program ini mempersiapkan mereka menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Gresik sangat mendukung program Sekolah Rakyat karena menjadi salah satu upaya pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” ujarnya di Gresik, Kamis.
Bimbel tiga kali sepekan
Menurut Ummi, bimbel digelar tiga kali dalam sepekan. Siswa mendapat akses materi belajar digital, latihan soal, serta tes minat dan bakat yang membantu mereka memilih jalur pendidikan sesuai potensi. Karena program ini baru menyasar siswa kelas XI, Pemkab Gresik berupaya memperluas pendampingan akademik agar menjangkau lebih banyak siswa.
Pendampingan mengaji lima kali sepekan
Di bidang keagamaan, Pemkab Gresik membiayai pendampingan mengaji bagi siswa SD, SMP, dan SMA sebanyak lima kali dalam sepekan. Kegiatan ini melibatkan guru mengaji, pengajar tahfiz Al Quran, dan imam masjid. Dinas Sosial juga menyediakan khatib untuk pelaksanaan Shalat Jumat.
- Wisata Gratis Sabtu 17 Oktober 2026: Museum Nasional hingga Borobudur dan Prambanan, Cek Ketentuannya
- Berita Pilihan Sabtu: Pengasuhan Digital, Museum Keris Dibuka Lagi, Roadster Terbaru Tesla, hingga Kabar Duka Yadi Timo
- Dana Desa Turun Rp85 Miliar dan Gaji PPPK Rp280 Miliar, Ruang Fiskal Trenggalek 2027 Kian Sempit
Lahan dan pendamping PKH
Ummi menambahkan, dukungan daerah juga berupa penyediaan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah. Pemkab turut melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga kelompok desil 1 dan 2.
Kepala Sekolah Rakyat Gresik, Rangga Pratama, menyatakan dukungan pemerintah daerah membantu sekolah mengembangkan kemampuan siswa lewat pembelajaran akademik, kegiatan kesiswaan, dan pembinaan di asrama.
“Program bersama Ruangguru ini diinisiasi Pemkab Gresik untuk meningkatkan kompetensi siswa, mempersiapkan mereka menghadapi TKA, serta mendukung mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.
Profil siswa
Sekolah Rakyat Terintegrasi I Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, menampung 405 siswa, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 225 siswa SMA. Siswa SMA tersebut meliputi 90 siswa reguler, 75 siswa dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, dan 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.
