Minggu, 18 Okt 2026 AgamaNasionalPolitikDaerahEkonomi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

BCA Salurkan Kredit UKM Rp134 Triliun per Juli 2026, Total Kredit Tembus Rp1.017 Triliun

✍️ Sri Wahyuni 🕒 15 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Ilustrasi - Menara BCA di Jakarta.
Ilustrasi - Menara BCA di Jakarta. Foto: ANTARA/HO-BCA

Nusantrika.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan pertumbuhan penyaluran kredit segmen usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar 6,9 persen hingga Juli 2026, dengan nilai mencapai Rp134 triliun. Angka itu jauh melampaui rata-rata pertumbuhan kredit UKM industri perbankan yang menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode yang sama hanya 1,2 persen (year on year/yoy).

“Pertumbuhan kredit BCA yang positif merupakan cerminan dari komitmen kami dalam memberikan pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai sektor,” kata Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dukungan untuk pelaku usaha

John menyebut perseroan melihat besarnya kebutuhan pelaku usaha untuk terus berkembang. Bagi pelaku usaha di sektor material, pengembang, dan kontraktor, BCA menyediakan program kredit multiguna usaha bernama Kredit Multiguna Usaha MerDeKa (material, developer, dan kontraktor), atau KMU MerDeKa.

BCA juga menyatakan komitmennya membantu pelaku usaha agar dapat go national, go digital, go global, dan go halal. Selain menyalurkan pembiayaan berkualitas, perseroan mendampingi pelaku usaha lewat berbagai program dari hulu ke hilir, di antaranya BCA Bangga Lokal, UMKM Go Export, Sertifikasi Halal, dan BCA UMKM Fest.

Kredit total tembus Rp1.017 triliun

Secara keseluruhan, kredit BCA secara bank only tumbuh 10,5 persen hingga Agustus 2026 dan mencapai Rp1.017 triliun. Menurut perseroan, pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi di kelompok bank swasta dan selalu berada di atas rata-rata industri dalam 15 tahun terakhir.

Capaian ini memperkuat tren positif penyaluran kredit BCA, yang sejak semester I 2026 untuk pertama kalinya menembus Rp1.000 triliun. Perseroan menilai pertumbuhan yang signifikan itu mencerminkan konsistensi menghadirkan layanan perbankan yang relevan serta memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah dari berbagai segmen secara seimbang.

Kualitas kredit terjaga

John menegaskan BCA selalu menjaga prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit agar pertumbuhan berlangsung sehat dan berkelanjutan. Per Agustus 2026, rasio non-performing loan (NPL) BCA tercatat 1,8 persen dan loan at risk (LAR) 4,7 persen.

BCA berkomitmen menjaga penyaluran kredit, kualitas pembiayaan, pertumbuhan bisnis, dan pengelolaan likuiditas. Perseroan juga menyatakan akan terus mendukung sektor produktif dengan tetap memperhitungkan prospek usaha nasabah dan dinamika perekonomian.

“Dengan pertumbuhan kredit yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta dukungan pendanaan yang kuat, kami berharap dapat terus mendampingi nasabah dalam mengembangkan usahanya dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” kata John.

SW
Sri WahyuniEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update